Kamis, 12 Juni 2008

Mantan Raja Nepal tinggalkan istana


Diperbaharui pada: 11 Juni, 2008 - Published 14:52 GMT
Email kepada teman Versi cetak

Raja Gyanendra kini akan tinggal di luar istana
Mantan Raja Nepal Gyanendra telah keluar dari kompleks istana yang telah menjadi rumah keluarganya selama lebih dari 100 tahun.
Gyanendra dan istrinya, bekas ratu Komal, keluar dari kompleks istana dengan sebuah mobil Mercedez hitam sementara puluhan petugas polisi antikerusuhan menjaga gerbang utama.
Dlam pernyataan pers sebelum bertolak, dia mengatakan, dia akan bekerja demi kebaikan republik baru.
Dia juga mengatakan telah menyerahkan mahkota dan tongkat kebesaran kerajaan kepada pemerintah.
Raja yang lengserkan dan istrinya akan pindah ke sebuah kediaman sementara di luar ibukota.
Bulan lalu, Majelis Nasional Nepal yang dipimpin Maois memberikan suara setuju untuk menghapuskan kerajaan.
Istana di pusat kota Kathmandu akan menjadi museum.
"Saya telah mendukung dan mendukung keputusan bangsa," kata Gyanendra, dan menegaskan dia "tidak akan meninggalkan negara ini" dan mengasingkan diri.
"Mahkota dan tongkat kebesaran yang dipergunakan oleh dinasti Shah, saya telah serahkan kepada pemerintah Nepal," tambahnya.
Para wartawan mengatakan, mantan raja duduk di atas kursi dikelilingi dengan hasil perburuan, termasuk dua harimau dan kepala badak yang diawetkan.
Ini merupakan pernyataan pertama Gyanendra sejak Nepal dimaklumatkan sebagai republik pada 28 Mei.
Gyanendra juga menyatakan dalam pidatonya bahwa dia tidak menumpuk kekayaan dalam jumlah sangat besar, dan membantah "desas-desus" di Nepal bahwa dia terlibat dalam pembantaian di istana pada tahun 2001 yang mengantar dia tahta kerajaan.
"Pada tahun 2001, saya bahkan tidak meratapi kematian saudara dan saudara ipar saya serta kemenakan-kemenakan saya," katanya. "Tuduhan-tuduhan itu yang ditujukan kepada kami tidak manusiawi."
Dia menekankan bahwa beberapa peluru mengeram di tubuh istrinya akibat penembakan tersebut.
Kediaman baru mantan raja di Nagarjun di pinggiran barat laut Kathmandu berupa rumah besar, nyaman tapi terlihat biasa.
Ibu tiri dan selir kakeknya akan tinggal di rumah mereka dalam kompleks istana Kathmandu di sebuah kawasan yang dipagari.
Wartawan BBC Charles Haviland di Kathmandu mengatakan, kepergian sang mantan raja akan menjadi saat simbolis penting dalam kejatuhan dinasti Shah, yang mempersatukan Nepal pada 1760-an.
Orang-orang Maois, yang mendesak Gyanendra agar lengser secara terhormat atau diadili, menyambut kabar bahwa dia pergi tanpa keributan.
Namun, para wartawan mengatakan, secara keseluruhan berakhirnya kerajaan Nepal terasa getir, yang dipicu ileh pembantaian misterius anggota keluarga kerajaan tahun 2001 dan upaya Gyanendra untuk aktif secara politik dalam membasmi pemberontakan Maois.

Kamis, 05 Juni 2008

Islam kian mekar di Rusia

(5203 belum dibaca) Yahoo! Mail, opung_regar: "Islam kian mekar di Rusia
Oleh Olga Madimovna Vasilevskaya

SEbahagian umat Islam Rusia yang mengikuti kelas fardu ain termasuk al-Quran.

Kedatangan Presiden Vladimir Putin ke Malaysia pada Ogos 2003 dan kehadirannya pada persidangan ke-10 Pertubuhan Persidangan Islam (OIC) membawa sinar baru kepada hubungan Islam Rusia-Malaysia. Malah, kini disifatkan sebagai zaman membangun Rusia terhadap agama Islam selepas 'tidur' agak lama di zaman Kesatuan Soviet.
Wakil Jabatan Dialog dengan Pertubuhan-pertubuh an Tempatan Islam Rusia, Marat Hazrat berkata, secara perlahan-lahan kini masyarakat mula sedar bahawa mereka sudah jauh meninggalkan agama.
Katanya, Kerajaan Rusia juga semakin menyokong perkembangan agama di mana jika dulu, Mufti Besar Sheikh Rawil Gainutdin hanya dipanggil dua kali setahun ke Kremlin untuk berbincang dengan presiden, kini beliau semakin kerap dipanggil.
'Kerajaan Rusia memberi sokongan kepada perkembangan Islam di sini. Contohnya masjid yang sedang dalam pembinaan adalah di bawah naungan kerajaan Rusia,' katanya ketika ditemui, baru-baru ini.
Kata Marat, pengaruh Putin dan minatnya terhadap hal-ehwal agama membantu merealisasikan pembinaan masjid tersebut.
Selain itu, kawasan masjid akan diperluaskan dan umat Islam mendapat beberapa bangunan baru. 'Antaranya, bangunan Russia Mufties Council. Di kawasan ini, akan terdapat"

Proses Penerbitan Bku

Oleh: Manik Praba
Sumber: Penerbit.net

Bicara soal proses Penerbitan cukup panjang, tetapi saya gambarkan secara umum sbb:
- Misalkan anda sebagai pengarang ingin mengajukan naskah kumpulan puisi ke Penerbit A.
- Yang anda ajukan cukup naskahnya dalam bentuk ketikan (misalnya Ms Word) dan bisa disertai print outnya agar memudahkan Penerbit dalam memproses naskah tsb. Penerbit biasanya memberikan banyak kemudahan bagi pengarang yg sudah banyak mengarang buku. Penerbit mau saja menerima kiriman naskah melalui email dsb.
- Penerbit akan menentukan apakah naskah tsb layak diterbitkan dan kira2 dibutuhkan masyarakat (ada penilaian terhadap isi naskah maupun kwalitas/ bobot pengarangnya)
- Lalu Penerbit akan mengontak pengarang dan membicarakan isi naskah maupun honor.
- Sistem honor tergantung sistem yg dianut oleh Penerbit. Bisa bersifat langsam (seolah naskah tsb dibeli oleh Penerbit) dengan memberi harga pada naskah tsb, misalnya dibeli seharga Rp 3.000.000.- dan dibayar secara sekaligus atau bertahap. Tergantung pengajuan Penerbit dan disetujui oleh pengarang.
Kerugian sistem ini bagi pengarang adalah:
Penerbit bisa mencetak naskah tsb dalam jumlah banyak dan bisa dicetak beberapa kali, tanpa memberi honor tambahan lagi kepada pengarang.
- Bisa juga dengan sistem Royalti dimana pengarang memperoleh persentase terhadap harga naskah/ buku tsb. Rata2 nilai royalti: 10% s/d 15% dari harga buku yang terjual. Pengarang2 yg sudah terkenal sering ditawari honor yang tinggi karena Penerbit yakin buku karangannya bakal laku keras. Misalnya: buku tsb akan dicetak sebanyak 5.000 buah/eksamplar dan dijual dengan harga Rp 15.000.- per eksamplar. Maka pengarang akan memperoleh honor (dianggap semua buku terjual): 10% x 5.000 x Rp 15.000.- Sering pembayaran ini pun dilakukan secara bertahap misalnya 1 x 3 bulan atau 1 x 6 bulan.
Bila buku tsb dicetak ulang lagi, maka Penerbit membuat perjanjian lagi dan pengarang akan memperoleh royalti lagi. Biasanya Penerbit akan mengontak pengarang lagi untuk cetak ulang (karena bisa jadi pengarang tidak bersedia lagi dan mau pindah ke Penerbit lain).
Bila sistem honor telah disepakati bagaimana dengan naskah itu sendiri?
Dengan menggunakan softcopy naskah yg diberikan dalam bentuk ketikan MsWord tsb, Penerbit akan mengolahnya dan mengatur layout serta membuat desain covernya. Desain cover bisa juga diajukan oleh pengarang bila pengarang juga seorang yg ahli dalam desain. Setelah desain cover dan layout isi buku telah selesai, maka akan dimulai proses cetak.
Proses cetak sering dimulai dengan mencetak contoh (dummy) dulu dan melihat hasilnya agar kelak tidak terjadi kesalahan besar. Setelah itu akan dilakukan proses cetak sejumlah yg diinginkan (misalnya: 5.000 buah buku).
Penerbit akan memberikan buku contoh hasil cetakan bagi pengarang untuk file pribadinya dan kemudian Penerbit akan melakukan pembayaran kepada pengarang sesuai Perjanjian yg telah disepakati/ditandatangani. Bila buku tsb ingin dicetak terus dan ternyata pengarangnya telah meninggal, maka perjanjian dan hak pembayaran royalti akan diberikan kepada ahli waris (istri/ anaknya) dan seterusnya Penerbit akan berurusan dengan ahli warisnya.
Penerbit akan menyebarkan buku tsb ke toko buku untuk dibeli oleh masyarakat.
Perjanjian Royalti adalah antara pengarang dan Penerbit, sedangkan Hak Cipta adalah Hak Pengarang yang bisa diurus oleh pengarang dengan mendaftarkannya ke Departement Kehakiman & HAM, Direktorat Hak Cipta.
Penerbit tidak mengurus Hak Cipta karena Hak Cipta adalah urusan pengarang (kecuali naskah tsb telah dibeli oleh Penerbit dan sepenuhnya menjadi hak milik Penerbit).
Tidak banyak buku yg didaftarkan Hak Ciptanya oleh pengarang, biasanya buku2 yg sangat terkenal atau buku yg bakal dibutuhkan terus yg didaftarkan Hak Ciptanya oleh pengarang. Contohnya: buku cerita Wiro Sableng didaftarkan oleh pengarangnya ke Dept. Kehakiman & HAM.
Demikian gambaran singkat tentang penerbitan, royalti dan Hak Cipta.
Semoga Bermanfaat.http://www.klubhausbuku.wordpress.com