Jumat, 04 Juli 2008

Latihan Singkat Bernegosiasi Jitu Disegala Situasi


Kiat Memecahkan Konflik, Memuaskan Para Pelanggan, dan Menghasilkan Transaksi yang Lebih Baik
12 STEPS TO BE THE KING OF ALL NEGOTIATIONS
Setiap hari kita menghadapi berbagai macam negosiasi, mulai dari membeli rumah atau mobil, mengupayakan kenaikan gaji, sampai memecahkan perselisihan dengan teman atau pasangan. Dengan demikian, keterampilan bernegosiasi sangat penting dalam hidup kita dan orang yang telah menguasai seni bernegosiasi biasanya memiliki kehidupan yang lebih mudah. Dalam buku ini, pakar negosiasi yang paling inovatif Ed Brodow menunjukkan bagaimana memenangkan semua negosiasi dalam hidup Anda.

Ed Brodow, Sang Raja Negosiator, akan melatih Anda keterampilan dasar yang dibutuhkan untuk menguasai seni negosiasi. Di sini Anda akan belajar cara:
Mengalahkan rasa takut Anda terhadap konfrontasi.
Mengenal dan mengembangkan gaya negosiasi pribadi Anda.
Menaksir kekuatan dan kelemahan pihak lain.
Menguasai seni mendengarkan untuk memahami posisi pihak lain dan memperkuat posisi Anda.
Menjadikan pihak lain sebagai kolaborator, bukannya kompetitor.
Menerobos kebuntuan dan memenangkan transaksi bisnis.

Namun, mungkin Anda ragu. Anda pikir Anda tidak akan bisa menjadi negosiator yang baik karena konon hanya orang-orang seperti Donald Trump atau mereka yang karismatik dan pandai bicaralah yang jago bernegosiasi.
Anda keliru. Ed Brodow menyatakan bahwa semua orang bisa menjadi negosiator ulung. Dia membuka rahasia bagaimana menjadi orang yang percaya diri untuk melakukan negosiasi yang sukses di tempat kerja dan dalam kehidupan pribadi Anda.

Selain itu, dengan menggunakan banyak sekali contoh yang dijumpai dalam kehidupan nyata, Brodow juga menunjukkan bagaimana menegosiasikan hal-hal yang dianggap tidak bisa dinegosiasikan,
seperti membayar di pasar swalayan, biaya berobat, tagihan telepon, dan pembayaran kartu kredit.

Setelah mempelajari buku ini, Anda akan siap untuk menghadapi negosiasi apa pun—dalam bisnis dan kehidupan pribadi Anda—dengan percaya diri dan terampil.

Kamis, 19 Juni 2008

Pemilu 2009 Peluang Besar Kaum Muda Jadi Presiden

Getty Images Barack Obama
Kaum Muda Harus Bangkit dan Profesional/KompasTV
Artikel Terkait:
* Kaum Muda Dominasi Calon DPR PDI-P
* Kaukus Muda Golkar: Cukup Sudah JK Memimpin
* Dede Yusuf: Kemenangan Kaum Muda
* Pemimpin Muda Perlu Didorong
* Menpora: Kaum Muda Jangan Lupakan Sejarah

Kamis, 19 Juni 2008 | 20:38 WIB
JAKARTA, KAMIS - Barack Obama, tokoh muda yang maju jadi calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS), terbukti telah menyemangati kaum muda di Indonesia. Pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres) tahun 2009, diyakini akan ada kejutan.
Walau sekarang belum disebut-sebut namanya, akan ada kaum muda yang maju mencalonkan diri dan peluang untuk terpilih begitu besar. Kaum muda yang layak jadi pemimpin bangsa itu, tak sekadar muda usia (bawah lima puluh tahun), melainkan harus memenuhi beberapa persyaratan.
Prediksi yang lebih merupakan harapan itu terungkap dalam diskusi politik yang mengusung tema "PKS dan Kepemimpinan Kaum Muda" pada peluncuran majalah Biografi Politik edisi khusus Satu Abad Kebangkitan Nasional, Kamis (19/6) di Jakarta. Acara tersebut menampilkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Mennegpora) Adhyaksa Dault, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, tokoh muda PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko, Pemimpin Redaksi Biografi Politik Yudi Latif, dan Pengamat Politik Khudori.
Adhyaksa Dault, yang menjadi Tokoh Muda Terpopuler hasil survei Reform Institute mengatakan, jika di berbagai kota/kabupaten dan provinsi di Indonesia kaum muda dipercaya masyarakat jadi wali kota/wakil wali kota, bupati/wakil bupati, serta gubernur/wakil gubernur, maka pada Pilpres 2009, kaum muda harus berani maju. Peluang terpilihnya pun cukup besar.
"Kaum muda harus berani melakukan perubahan. Berani berbuat, menyongsong Indonesia yang lebih baik. Jangan mau dan membiarkan reformasi ekonomi, reformasi hukum, dan reformasi sosial-budaya menjadi slogan-slogan yang membusuk. Jangan mau hukum menjadi alat kejahatan yang terorganisir dan sistematis. Jangan mau birokrasi jadi penyandera, beban bagi kemajuan, " kata Adhyaksa.
Menurut Menegpora, kondisi Indonesia yang lebih baik itu ditandai antara lain dengan hadirnya lembaga-lembaga hukum tidak kehilangan kredibilitas, lembaga-lembaga negara tidak kehilangan kepercayaan. "Dinamika dan dialog tentang persoalan bangsa harus dibangun, sebagaimana dulu dilakukan Natsir, Soekarno, Hatta, Sudjatmoko. Namun, yang terpenting NKRI adalah harga mati bagi kita," tegasnya.
Tifatul Sembiring mengatakan, pemimpin masa depan yang diharapkan tidak hanya sekadar muda usia, melainkan juga harus segar pemikirannya dan mendalami betul persoalan bangsa. Saat ini masalah utama yang dihadapi bangsa kita ialah kemiskinan, kebodohan, orang sakit tak bisa berobat, dan pesimisme.
"Persoalan bangsa tidak bisa diatasi dengan mengiklankan diri kita. Persoalan bangsa tidak bisa diatasi dengan tebar pesona, tak bisa diatasi dengan nyanyi-nyanyian. Juga tak bisa diatasi, misalnya, dengan main film," paparnya.
Menurut Presiden PKS ini, kaum muda yang layak jadi pemimpin bangsa itu harus mempunyai kredibilitas moral, visioner, spirit, dan kemampuan berkomunikasi. "Asal mememuhi persyaratan itu, siapa pun yang maju, walau bukan dari kaum muda PKS, kita akan dukung. Akan tetapi, antara persoalan bangsa dan pemimpin dari kaum muda yang dipilih itu harus nyambung. Ibarat ujian, jawabannya A, harus benar-benar ada kaitan, " tandasnya.
Budiman Sudjatmiko, yang sempat mengomentari figur calon presiden AS, Barack Obama, mengatakan, untuk bisa menjadi pemimpin bangsa ke depan, siapa pun harus mampu membangun dan merawat institusional building. Sebab, katanya, persoalan bangsa Indonesia saat ini adalah telah terjadinya kebangkrutan bangsa.
"Ini akibat kita terlalu percaya dengan pemimpin yang kaya, sementara kekayaan itu hasil dari pencurian. Dan lebih tragis lagi, ia itu pencuri kawakan. Kaum muda harus menghindari hal ini," ujarnya.
Sementara Khudori dalam paparannya mengatakan, kalau melihat sosok kaum muda, bayangan orang pasti PKS. "Kaum muda ke depan harus mengambil peran sesuai proporsinya. PKS adalah partai fenomenal, yang banyak diteliti," ujarnya. (NAL)

Sumber : KOMPAS

Rabu, 18 Juni 2008

GENCATAN SENJATA GAZA

Diperbaharui pada: 18 Juni, 2008 - Published 09:35 GMT


Email kepada teman Versi cetak
Israel setujui gencatan senjata
Aparat keamanan Hamas di Gaza
Hamas mengatakan pihaknya memiliki komitmen penuh
Israel menyetujui gencatan senjata untuk mengakhiri bentrokan sengit selama berbulan-bulan dengan kelompok Palestina, Hamas, di Gaza, kata para pejabat pemerintah Israel.
Menurut kesepakatan gencatan senjata sekarang ini, yang akan dimulai Kamis pagi, Israel akan mengurangi blokade di Jalur Gaza.
Pada waktu yang sama, pembicaraan tentang tentara Israel yang disekap oleh Hamas akan ditingkatkan, kata seorang pejabat Israel.
Hamas, yang mengendalikan Gaza, mengatakan pihaknya yakin semua pendukung mereka akan menuruti kesepakatan yang dicapai.
Hamas merebut Gaza pada bulan Juni 2007, dan mengusir pihak-pihak yang setia kepada Fatah, faksi politik pimpinan Presiden Otorita Palestina, Mahmoud Abbas.
Sejak itu, Israel, Otorita Palestina dan masyarakat internasional berusaha mengucilkan Hamas.
Bagi Hamas, perjanjian gencatan senjata itu adalah pengakuan bahwa blokade ekonomi oleh Israel di Gaza mengancam Otorita Palestina dan berdampak sangat buruk bagi penduduk Gaza, kata wartawan BBC Wyre Davies di Yerusalem.

Penyeberangan perbatasan
Keputusan untuk menyetujui gencatan senjata itu dibuat oleh Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Menteri Pertahanan Ehud Barak, setelah pejabat pertahanan Israel kembali dari Kairo, tempat pembicaraan dilakukan dengan mediator Mesir.

Peta
06.00 (10.00 WIB) Kamis gencatan senjata dimulai
Setelah 24 jam, Israel mengendurkan larangan perbatasan
Setelah lima hari, Israel membuka penyeberangan komersial
Setelah dua minggu, Mesir memulai dialog dengan semua pihak tentang pembukaan kembali penyeberangan Rafah
Gencatan senjata dijadwalkan mulai berlaku pada hari Kamis pukul 06.00 waktu setempat (10.00 WIB), dan akan mengakhiri serangan roket dari Gaza serta memudahkan bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah Palestina itu.
Namun, masih banyak halangan yang dihadapi untuk mencapai perdamaian jangka panjang, dengan kedua pihak memperingatkan bahwa gencatan senjata akan gagal jika dilanggar, kata wartawan kami.
Juru bicara pemerintah Israel mengatakan Israel ingin gencatan senjata berhasil.
"Hari Kamis, kami berharap, adalah awal baru di mana warga Israel di selatan tidak lagi menerima serangan roket," kata Mark Regev.
Menurut rincian kesepakatan yang dibeberkan Hamas, Israel akan mengendurkan pembatasan pada penyeberangan antara Gaza dan Israel pada Jumat pagi, yang akan diikuti dengan pembukaan penyeberangan komersial yang lebih besar pekan depan.
Setelah dua minggu, perundingan yang melibatkan Israel, Hamas, Otorita Palestina dan Uni Eropa dilakukan untuk membahas pembukaan kembali penyeberangan dari Rafah ke Mesir.
Seorang sumber Israel mengatakan kepada Radio Israel bahwa perundingan tentang pembebasan tentara Israel Gilad Shalit diperkirakan akan dilanjutkan dalam beberapa hari.
Dia mengatakan jika kemajuan dicapai, Israel harus mengambil keputusan tentang pembebasan orang-orang Palestina yang ditahan.
Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Mesir juga berniat menghentikan penyelundupan senjata dari wilayahnya ke Gaza, kata para pejabat Israel.